Investasi Kaltara Melonjak 160 Persen, Pemprov Siapkan SINERGI agar UMKM Tak Sekadar Jadi Penonton

Kamis, 9 Juli 2026 12:52 WITA

TANJUNG SELOR, tanjungselor.com – Gelombang investasi yang terus mengalir ke Kalimantan Utara (Kaltara) membawa optimisme baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran Kawasan Industri Tanah Kuning-Mangkupadi sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) diproyeksikan menjadi pusat industri baru sekaligus lokomotif pembangunan di wilayah perbatasan Indonesia tersebut.

Namun, di balik besarnya nilai investasi yang masuk, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melihat masih ada tantangan mendasar yang harus segera dijawab, yakni memastikan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah geliat industrialisasi, tetapi mampu mengambil peran sebagai bagian dari rantai pasok industri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Kaltara meluncurkan gagasan SINERGI Kaltara (Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara) dalam Forum Group Discussion (FGD) SINERGI Kaltara yang digelar di Ruang Rapat Lantai IV Kantor Gubernur Kaltara, Rabu (8/7/2026).

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, mengatakan program ini dirancang sebagai strategi besar untuk menghubungkan potensi UMKM daerah dengan kebutuhan industri yang terus berkembang di Kawasan Industri Tanah Kuning.

“Kami menyusun SINERGI Kaltara sebagai langkah agar peluang ekonomi yang sangat besar benar-benar dapat dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” ujar Denny.

Investasi Melonjak, Manfaat Belum Sepenuhnya Dirasakan

Denny mengungkapkan, Kaltara kini memiliki modal besar berupa Kawasan Industri Tanah Kuning seluas 10.100 hektare yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi industri yang mampu menarik investasi dalam jumlah besar sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Optimisme itu tercermin dari realisasi investasi yang mengalami lonjakan signifikan.

Pada 2024, nilai investasi di Kaltara tercatat sekitar Rp11,79 triliun. Setahun kemudian, angkanya melonjak menjadi Rp30,64 triliun, atau meningkat sekitar 160 persen.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Kalimantan Utara.

Namun, menurut Denny, tingginya investasi belum otomatis berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Ia mencontohkan, pertumbuhan investasi yang sangat tinggi baru mampu mendorong peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita sekitar 3,2 persen.

“Artinya, pertumbuhan investasi yang tinggi belum sepenuhnya menghasilkan manfaat ekonomi yang merata bagi masyarakat,” jelasnya.

Puluhan Ribu UMKM Belum Masuk Rantai Pasok Industri

Di tengah ekspansi kawasan industri, terdapat sekitar 51.840 pelaku UMKM di Kalimantan Utara yang hingga kini belum terhubung dengan kebutuhan industri.

Padahal, sektor industri memerlukan beragam barang dan jasa yang sebenarnya berpotensi dipenuhi oleh pelaku usaha lokal apabila kapasitas, kualitas, dan sistem kemitraannya diperkuat.

Kondisi tersebut dinilai menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

“Ini menjadi persoalan yang harus segera kita selesaikan. Jangan sampai industri berkembang pesat, tetapi UMKM kita tidak ikut tumbuh,” tegas Denny.

Ia menilai belum adanya sistem yang mampu menghubungkan pelaku UMKM dengan kebutuhan industri menyebabkan banyak peluang ekonomi justru dinikmati pelaku usaha dari luar daerah.

Akibatnya, terjadi kebocoran ekonomi, karena belanja barang dan jasa industri lebih banyak mengalir keluar Kalimantan Utara dibandingkan berputar di dalam daerah.

Ancaman Enclave Economy

Sekprov juga mengingatkan bahwa apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, Kaltara berpotensi menghadapi fenomena enclave economy, yakni situasi ketika investasi berskala besar tumbuh pesat tetapi manfaat ekonominya hanya dirasakan oleh kelompok atau wilayah tertentu, sementara masyarakat sekitar tidak memperoleh dampak yang signifikan.

Selain memperbesar kesenjangan ekonomi, kondisi tersebut juga berisiko melemahkan daya saing UMKM, menghambat agenda hilirisasi nasional, hingga mengurangi daya tarik investasi jangka panjang karena rendahnya keterlibatan pelaku usaha lokal dalam ekosistem industri.

“Bahkan kita bisa menghadapi enclave economy, ketika investasi besar hadir tetapi manfaatnya hanya sedikit dirasakan masyarakat sekitar,” katanya.

SINERGI Kaltara Jadi Jembatan Industri dan UMKM

Melalui SINERGI Kaltara, Pemprov ingin membangun sistem kolaborasi yang melibatkan seluruh perangkat daerah, dunia usaha, kawasan industri, hingga pelaku UMKM agar tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan.

Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas UMKM, tetapi juga mendorong pelaku usaha lokal mampu memenuhi standar industri, memperoleh akses pasar yang lebih luas, serta menjadi bagian dari rantai pasok nasional maupun global.

Dengan demikian, manfaat investasi tidak berhenti pada pembangunan kawasan industri semata, tetapi mampu menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan pendapatan masyarakat, serta terbukanya lapangan kerja baru.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Itulah yang ingin kita wujudkan melalui SINERGI Kaltara,” pungkas Denny.

Melalui SINERGI Kaltara, Pemerintah Provinsi berharap industrialisasi yang berkembang pesat di Tanah Kuning tidak menjadi “pulau ekonomi” yang terpisah dari masyarakat sekitar, melainkan menjadi penggerak utama lahirnya UMKM yang tangguh, berdaya saing, dan mampu tumbuh bersama investasi yang terus mengalir ke Kalimantan Utara.

Jika dipublikasikan sebagai berita utama, naskah ini lebih kuat karena menonjolkan isu utama sejak paragraf pembuka, menyajikan analisis mengenai kesenjangan antara investasi dan kesejahteraan, serta menempatkan SINERGI Kaltara sebagai solusi strategis agar manfaat investasi dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku UMKM lokal.

Bagikan:
Berita Terkait