BULUNGAN, tanjungselor.id– Semangat kebersamaan dan pelayanan mewarnai pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) ke-36 Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Kayan Hilir Tahun 2026 yang digelar di Gedung GKII Jemaat Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Selasa (7/7/2026).
Konferda yang mengangkat tema “Bertumbuh Bersama”, berlandaskan Firman Tuhan dalam Efesus 4:15-16, secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, melalui prosesi pemukulan gong sebagai tanda dimulainya rangkaian sidang dan kegiatan gerejawi.

Kehadiran Wagub Ingkong bersama Wakil Bupati Bulungan Kilat mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Setibanya di Desa Long Beluah, rombongan disambut secara adat dan diarak menggunakan perahu menuju lokasi acara, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan, penghormatan, dan budaya masyarakat setempat.
Turut hadir dalam pembukaan Konferda tersebut Ketua DPRD Bulungan H. Riyanto, Wakil Ketua DPRD Bulungan Tasa Gung, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Utara Dr. Njau Anau, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kalimantan Utara Jaini, para tokoh agama, pendeta, serta ratusan jemaat dan peserta Konferda dari berbagai wilayah pelayanan GKII Daerah Kayan Hilir.
Dalam sambutannya, Ingkong Ala menyampaikan apresiasi kepada panitia, para pelayan Tuhan, serta seluruh jemaat yang telah bekerja keras menyukseskan Konferda. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda organisasi gereja, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan serta memperkuat komitmen pelayanan di tengah masyarakat.
“Kesempatan untuk bersilaturahmi seperti ini sangat berharga. Mari kita terus menatap ke depan dan mohon doa agar kami dapat menjalankan amanah melayani masyarakat dengan baik,” ujarnya.
Sebagai Penasehat Organisasi GKII, Ingkong mengakui padatnya aktivitas pemerintahan kerap membuat dirinya belum bisa hadir dalam setiap agenda organisasi. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan gereja dan pelayanan umat.
Menurutnya, setiap langkah pembangunan daerah maupun pelayanan gereja harus selalu dilandasi doa, hikmat, dan penyertaan Tuhan agar menghasilkan keputusan yang membawa berkat bagi masyarakat.
Menghadapi agenda utama Konferda, yakni pemilihan kepengurusan baru GKII Daerah Kayan Hilir, Ingkong mengajak seluruh peserta menjaga persatuan, mengedepankan kasih, dan menghormati setiap proses yang berlangsung.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan terjadinya perpecahan di tengah jemaat.
“Siapa pun yang terpilih nanti harus kita dukung bersama, karena semua sudah diatur oleh Tuhan. Hal yang terpenting adalah komitmen kita untuk memuliakan nama Tuhan melalui pelayanan,” pesannya.
Wagub juga mengapresiasi berbagai kegiatan yang turut memeriahkan Konferda, mulai dari perlombaan hingga pertandingan sepak bola antarkontingen. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat persaudaraan, membangun solidaritas, serta memperkuat hubungan antargereja dan masyarakat.
Ia berharap seluruh rangkaian Konferda ke-36 GKII Daerah Kayan Hilir dapat berlangsung dengan tertib, penuh sukacita, serta menghasilkan keputusan-keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi, pelayanan gereja, dan pembangunan karakter umat.
Dengan mengusung semangat “Bertumbuh Bersama”, Konferda ke-36 GKII Daerah Kayan Hilir diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru yang amanah, tetapi juga memperkokoh persekutuan jemaat dalam menghadirkan pelayanan yang berdampak bagi gereja, masyarakat, dan pembangunan Kalimantan Utara. (adv)





