TIDENG PALE, tanjungselor.id— Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menegaskan pemerintah daerah tidak boleh menjalankan pembangunan berdasarkan angan-angan. Setiap program harus memiliki target yang jelas, terukur, serta berpijak pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tana Tidung 2025–2029.
Penegasan itu disampaikan Ibrahim Ali seusai menghadiri Paripurna Istimewa Masa Sidang II Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-19 Kabupaten Tana Tidung di Gedung DPRD Tana Tidung, Senin (10/8/2026).
Menurut Ibrahim, RPJMD merupakan pijakan utama pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan selama lima tahun masa kepemimpinan.
“Angan-angan apa? Angan-angan nggak ada. Yang pasti pemerintah tidak boleh punya angan-angan. Pekerjaan pemerintah harus terukur, sesuai dengan RPJMD yang dibuat 2025 sampai dengan 2029. Itu yang menjadi kitab suci, menjadi acuan,” tegas Ibrahim.
Ia memastikan pelaksanaan pembangunan saat ini tetap diarahkan pada target yang telah ditetapkan dalam RPJMD. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, pemerintah daerah akan berupaya merealisasikan program secara bertahap sesuai skala prioritas.
Jalan Rusak Jadi Pekerjaan Rumah
Salah satu pekerjaan rumah yang mendapat perhatian serius pemerintah daerah adalah pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan.
Ibrahim mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan dan belum seluruhnya dapat ditangani. Kondisi tersebut menjadi salah satu fokus yang ingin dituntaskan sebelum masa jabatan bersama Wakil Bupati Sabri berakhir.
“PR kami adalah merealisasikan infrastruktur jalan. Memang banyak kerusakan-kerusakan jalan dan dikeluhkan yang belum kita selesaikan, tapi insya Allah saya berkomitmen dengan Pak Wakil Bupati dan jajaran, kita akan menyelesaikannya sebelum berakhir masa jabatan kami,” ujarnya.
Sejumlah ruas jalan yang menjadi prioritas di antaranya Jalan Seputuk, Jalan Bebatu, dan Jalan Sesayap.
Menurut Ibrahim, peningkatan kualitas jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga konektivitas antarwilayah di Kabupaten Tana Tidung.
Efisiensi Anggaran, Pembangunan Ditata Bertahap
Di sisi lain, Ibrahim mengakui kebijakan efisiensi anggaran berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah program pembangunan. Beberapa kegiatan yang sebelumnya direncanakan harus ditata kembali agar tetap dapat berjalan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah mengabaikan target pembangunan.
Ibrahim mengatakan pemerintah telah menyusun skema pembangunan secara bertahap untuk tiga tahun ke depan. Salah satu strategi yang disiapkan adalah penggunaan skema multiyears untuk sejumlah pembangunan infrastruktur prioritas.
“Karena efisiensi anggaran, banyak program yang harusnya kita laksanakan harus kita kurangi. Tapi kami rangkum dalam tiga tahun ke depan, insya Allah dengan skema multiyears, itu akan kita tuntaskan,” tegasnya.
Janji Jalan Kabupaten Tana Tidung Lebih Mulus
Ibrahim berharap dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengawal proses pembangunan di Tana Tidung.
Ia meminta masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi dan keluhan, tetapi juga ikut memberikan dukungan agar berbagai program yang telah direncanakan dapat direalisasikan.
“Doakan mudah-mudahan tidak ada halangan, mudah-mudahan bisa dikabulkan hajat kami, direalisasikan. Insya Allah sebelum berakhir masa jabatan Ibrahim Ali dan Sabri, jalan Kabupaten Tana Tidung akan hitam terasa,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah ingin menjadikan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, sebagai salah satu warisan nyata selama periode kepemimpinan Ibrahim Ali-Sabri. (*/adv)





