MALINAU, tanjungselor.id – Gelaran Bupati Malinau Cup (BMC) V Tahun 2026 resmi berakhir dengan laga penutup yang berlangsung dramatis di Lapangan Sepak Bola Kuala Lapang, Malinau, Selasa (11/8/2026) sore.
Ratusan warga memadati sisi lapangan. Mereka datang menyaksikan partai puncak dari dua kategori yang dipertandingkan, sekaligus menjadi saksi lahirnya dua kampiun BMC V tahun ini.
Pada kategori prestasi, Pelita Putra FC harus bekerja keras menghadapi Yufai Semaring FC. Pertandingan berlangsung sengit. Kedua tim tampil agresif, saling menekan dan menciptakan peluang hingga waktu normal berakhir tanpa pemenang.
Drama kemudian berlanjut ke babak adu penalti. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, Pelita Putra FC tampil lebih tenang dan berhasil menaklukkan Yufai Semaring FC untuk memastikan gelar juara BMC V 2026.
Persaingan seru juga tersaji pada kategori usia 45 tahun. Bupati FC berhadapan dengan Polmas FC, tim dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Pertandingan berjalan seimbang hingga peluit panjang dibunyikan.
Adu penalti kembali menjadi penentu. Kali ini, Polmas FC mampu menunjukkan ketenangan dan keluar sebagai juara setelah mengungguli Bupati FC.
Usai pertandingan, trofi dan penghargaan diserahkan langsung jajaran Pemerintah Kabupaten Malinau. Bupati Malinau Wempi W. Mawa, Wakil Bupati Jakaria, dan Sekretaris Daerah Ernes Silvanus turut menyerahkan penghargaan kepada para pemenang.
Bupati Wempi mengapresiasi seluruh tim yang telah ambil bagian, termasuk panitia, perangkat pertandingan, serta masyarakat yang ikut menjaga semarak BMC V 2026.
Menurutnya, BMC tidak sekadar menjadi arena untuk mengejar gelar juara. Lebih dari itu, turnamen menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun sportivitas, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta sepak bola dari Malinau.
“BMC ini bukan hanya soal mencari juara, tetapi juga ajang mempererat persaudaraan, menjaring bibit atlet, dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Wempi.
Ia pun menyampaikan selamat kepada Pelita Putra FC dan Polmas FC atas keberhasilan meraih gelar juara. Kepada seluruh pemain, ia berpesan agar semangat berlatih dan menjunjung tinggi sportivitas tetap dipertahankan meski kompetisi telah berakhir.
Di sisi lain, keberadaan BMC juga dinilai memberikan dampak di luar lapangan. Ramainya peserta dan penonton selama turnamen turut menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi pertandingan.
Gelaran olahraga tersebut sekaligus menjadi ruang promosi potensi daerah. Mobilitas peserta dan penonton diharapkan ikut memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Malinau.
Pemerintah Kabupaten Malinau berharap BMC dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Bukan hanya sebagai agenda olahraga tahunan, tetapi sebagai bagian dari pembinaan atlet, penguatan kebersamaan masyarakat, serta penggerak ekonomi lokal.
Dengan berakhirnya BMC V 2026, sorotan kini tertuju pada para pemain muda dan klub-klub lokal untuk terus berkembang. Sebab, di balik perebutan trofi hari ini, selalu ada harapan lahirnya talenta baru yang kelak membawa nama Malinau lebih jauh di panggung sepak bola. (*)





