Tana Tidung Jadi yang Pertama di Kaltara Tuntaskan SULINJAR PAUD 100 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 09:11 WITA

TANA TIDUNG, tanjungselor.id – Kabupaten Tana Tidung menorehkan capaian membanggakan dalam pelaksanaan Survei Lingkungan Belajar (SULINJAR) untuk satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tiga hari sebelum batas akhir pelaksanaan, seluruh satuan PAUD di Tana Tidung telah menuntaskan pengisian SULINJAR atau mencapai 100 persen. Capaian ini sekaligus menempatkan Tana Tidung sebagai kabupaten pertama di Kalimantan Utara (Kaltara) yang berhasil menyelesaikan SULINJAR PAUD secara penuh.

Sebagai pembanding, tingkat penyelesaian SULINJAR PAUD di Provinsi Kaltara secara keseluruhan masih berada di angka 84 persen.

Bunda PAUD Tana Tidung, Vamelia Ibrahim Ali, menyebut capaian tersebut merupakan buah dari kolaborasi pemerintah daerah, kepala satuan pendidikan, dan para tenaga pendidik.

Sejak SULINJAR dimulai, Vamelia aktif mendorong kepala sekolah dan guru agar segera menyelesaikan pengisian survei dan tidak menunggu hingga mendekati batas waktu.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan semata-mata tentang mengejar angka 100 persen, melainkan memastikan seluruh satuan PAUD ikut berpartisipasi sehingga kondisi lingkungan belajar dapat tergambar secara lebih utuh.

“Ini bukan sekadar mengejar angka 100 persen. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh satuan PAUD ikut berpartisipasi, sehingga kita memiliki data yang lengkap mengenai kondisi lingkungan belajar dan mutu pendidikan,” ujar Vamelia.

Bukan Sekadar Survei

Vamelia menegaskan, data SULINJAR harus memiliki manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan. Hasil survei tersebut berkaitan dengan Rapor Pendidikan yang dapat digunakan satuan pendidikan untuk melihat berbagai kondisi sekaligus menentukan langkah perbaikan.

Karena itu, ia meminta sekolah tidak berhenti pada penyelesaian survei.

“Rapor Pendidikan harus kita manfaatkan. Data yang ada jangan hanya disimpan sebagai laporan, tetapi menjadi dasar bagi sekolah dalam menyusun perencanaan dan menentukan kebutuhan yang benar-benar prioritas,” katanya.

Pemanfaatan data tersebut juga dinilai penting dalam penyusunan Rencana Anggaran Sekolah yang bersumber dari Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD Daerah.

Dengan perencanaan berbasis data, anggaran pendidikan diharapkan lebih tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan satuan pendidikan.

Dua Laptop dan Satu Komputer Disiapkan

Di balik capaian 100 persen tersebut, terdapat pula tantangan teknis yang harus diselesaikan. Salah satunya keterbatasan perangkat yang digunakan guru untuk mengisi SULINJAR.

Kondisi tersebut mendapat perhatian Bunda PAUD Tana Tidung. Sebagai bentuk dukungan, disiapkan dua unit laptop dan satu unit komputer untuk membantu satuan PAUD yang membutuhkan perangkat.

Kepala PAUD Tunas Bangsa, Fitrianti, mengatakan dukungan tersebut sangat membantu guru dalam menyelesaikan pengisian SULINJAR.

“Bantuan perangkat ini sangat membantu kami, terutama karena guru membutuhkan perangkat untuk menyelesaikan pengisian SULINJAR. Dengan adanya fasilitas ini, proses pengisian menjadi lebih mudah dan lancar,” kata Fitrianti.

Menurutnya, dukungan sarana teknologi tersebut menunjukkan perhatian terhadap kebutuhan satuan pendidikan di tengah pengelolaan pendidikan yang semakin berbasis digital.

Dari Angka Menuju Perubahan

Bagi Tana Tidung, capaian 100 persen SULINJAR PAUD bukanlah garis akhir. Justru, capaian tersebut menjadi pintu masuk untuk membangun kebijakan pendidikan yang lebih terukur dan berbasis kebutuhan nyata di lapangan.

Vamelia berharap setiap satuan PAUD mampu membaca hasil SULINJAR dan Rapor Pendidikan untuk mengevaluasi kekuatan sekaligus menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.

“Kita ingin data ini menjadi pijakan untuk melakukan perbaikan. Apa yang sudah baik dipertahankan, sementara yang masih kurang harus kita benahi bersama,” pungkasnya.

Capaian ini memperlihatkan bahwa komitmen terhadap pendidikan anak usia dini tidak hanya dibangun melalui program, tetapi juga melalui kepedulian terhadap data, kesiapan guru, dukungan fasilitas, serta kemauan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Tana Tidung kini bukan hanya tercatat sebagai daerah pertama di Kaltara yang menuntaskan SULINJAR PAUD 100 persen, tetapi juga menunjukkan bahwa data pendidikan dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih tepat sasaran dan berkualitas. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait