NUNUKAN, tanjungselor.id – Sound hajatan menjadi salah satu ajang yang dilombakan pada Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan yang berlangsung meriah di Paras Perbatasan, Minggu (4/10/2026).
Pada kesempatan tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Nunukan, H. Muhammad Amin, secara resmi membuka lomba tersebut. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa sound system bukan hanya soal ukuran speaker yang besar atau karakter suara yang keras, melainkan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hiburan masyarakat yang mampu membuat suasana acara menjadi lebih hidup.
“Saya melihat lomba sound hajatan seperti ini bukan sekadar perlombaan dan hiburan. Ini juga menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Amin.
Lomba ini memberikan ruang khusus kepada para pelaku dan teknisi sound system lokal untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, serta karya terbaiknya. Lebih dari itu, ajang ini diselenggarakan sebagai sarana hiburan bagi seluruh warga dalam merayakan momen jadi Kabupaten Nunukan yang ke-27.
“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti lomba ini dengan penuh semangat dan sportivitas. Jangan hanya mengejar suara yang paling keras, tetapi tunjukkan juga kualitas suara, kreativitas, dan kemampuan menghibur masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu juri lomba, Ari, menyampaikan bahwa penilaian dilakukan secara terukur menggunakan alat khusus untuk memantau DPA dan DPC sesuai hitungan standar teknis. Selain itu, seluruh peserta diwajibkan menggunakan satu lagu atau musik yang sama yang telah disediakan oleh panitia agar penilaian berlangsung adil. Ia juga menegaskan bahwa industri sound hajatan saat ini telah resmi masuk ke dalam bagian Subsektor Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Suasana di Paras Perbatasan pun tampak semarak. Para peserta terlihat sangat antusias, terbukti dengan tercatatnya 22 grup/unit sound yang terdaftar dalam perlombaan ini. Sebelum tampil, para teknisi sibuk mengotak-atik dan meracik komponen alat audio mereka agar menghasilkan kualitas suara yang jernih, adem, dan enak didengar di telinga masyarakat yang hadir.
Penggunaan sound system dalam tradisi hajatan kini kian beragam. Secara umum, sistem tata suara untuk keperluan hajatan terbagi menjadi dua kategori utama sesuai dengan spesifikasi dan peruntukannya.
Kategori pertama adalah sound miniatur. Kategori ini dirancang khusus untuk penggunaan berskala kecil, seperti aktivitas karaoke rumahan atau acara keluarga terbatas. Ukurannya yang ringkas membuat jenis ini ideal untuk tempat yang tidak terlalu luas.
Sementara itu, kategori kedua adalah sound 8 mata. Sistem tata suara berskala besar ini diperuntukkan bagi perayaan formal dan ramai penonton, seperti resepsi pernikahan maupun acara akikah. Dengan kapasitas suara yang jauh lebih bertenaga, sound 8 mata mampu menjangkau area outdoor yang luas serta menghadirkan audio yang optimal sepanjang acara.
Perlombaan ini diharapkan dapat terus digelar secara rutin sebagai wadah apresiasi bagi para pekerja seni audio hajatan di wilayah perbatasan, sekaligus menjadi penggerak roda ekonomi kreatif masyarakat Nunukan.(*/adv)





