Paras Fest 2026 di Nunukan Dongkrak Ekonomi Daerah, Omzet UMKM Tembus Rp346 Juta dalam Tiga Hari

Selasa, 6 Oktober 2026 09:02 WITA

NUNUKAN, tanjungselor.id – Festival Paras Perbatasan (Paras Fest) 2026 tidak hanya menjadi panggung hiburan dan pelestarian budaya, tetapi juga terbukti memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, transaksi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi di kawasan festival tercatat mencapai Rp346 juta.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa kebijakan Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam menghadirkan Paras Fest sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Nunukan berhasil menggerakkan roda perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku UMKM.

Melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (DKUKMPP), Pemerintah Kabupaten Nunukan memberikan ruang promosi dan pemasaran bagi ratusan pelaku usaha lokal. Tahun ini, antusiasme pelaku usaha bahkan melampaui target awal, dengan 113 UMKM kuliner ambil bagian di kawasan Paras Perbatasan, ditambah puluhan stan ekonomi kreatif yang menampilkan berbagai produk unggulan daerah.

Kepala Bidang UKM DKUKMPP Nunukan, Mardiana, mengatakan Paras Fest memang dirancang bukan sekadar menjadi agenda hiburan tahunan, tetapi juga sebagai wadah memperluas akses pasar bagi UMKM agar dapat bertemu langsung dengan konsumen.

Menurutnya, tingginya kunjungan masyarakat selama festival memberikan peluang besar bagi pelaku usaha untuk meningkatkan penjualan sekaligus memperkenalkan produk unggulan Nunukan kepada masyarakat luas. Keberhasilan mencatat omzet ratusan juta rupiah dalam tiga hari menjadi bukti bahwa kegiatan daerah mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata.

Selain sektor kuliner, Pemerintah Kabupaten Nunukan juga menghadirkan berbagai stan pameran ekonomi kreatif yang menampilkan produk kerajinan lokal, seperti anyaman, batik khas Nunukan, kerajinan rotan, produk hasil binaan lembaga pemasyarakatan, karya pelajar SMK, hingga produk daur ulang yang dihasilkan masyarakat. Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah kepada masyarakat dan wisatawan.

Antusiasme pelaku UMKM bahkan terlihat sejak pendaftaran dibuka. Kuota yang semula disiapkan untuk sekitar 80 pelaku usaha langsung terpenuhi hanya dalam hitungan jam, sehingga pemerintah melakukan penataan ulang lokasi dan memanfaatkan tambahan tenda agar seluruh peserta dapat terakomodasi.

Pemerintah Kabupaten Nunukan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan transaksi para pelaku UMKM selama festival berlangsung. Data omzet yang dihimpun menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan Paras Fest sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain memberikan dampak ekonomi, Paras Fest 2026 juga menjadi sarana pelestarian budaya daerah, promosi pariwisata, serta memperkuat identitas Kabupaten Nunukan sebagai beranda terdepan Indonesia. Festival ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya, pelayanan publik, pameran pembangunan, hingga hiburan yang mampu menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap capaian positif tersebut dapat terus meningkat hingga penutupan festival. Ke depan, Paras Fest diharapkan semakin berkembang sebagai agenda unggulan daerah yang tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal, memperluas promosi produk UMKM, serta memperkuat daya saing Kabupaten Nunukan sebagai kawasan perbatasan yang maju, kreatif, dan berdaya saing. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait