Job Fair Nunukan Buka Ratusan Peluang Kerja, 9 Perusahaan Sudah Terdaftar

Selasa, 6 Oktober 2026 07:08 WITA

NUNUKAN, tanjungselor.id – Kabar baik bagi para pencari kerja di Kabupaten Nunukan. Pemerintah Kabupaten Nunukan kembali membuka peluang kerja melalui Job Fair 2026, yang hingga Selasa (6/10/2026) telah diikuti sembilan perusahaan dengan menyediakan ratusan lowongan pekerjaan.

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Nunukan ini diharapkan menjadi jembatan antara masyarakat yang membutuhkan pekerjaan dengan perusahaan yang tengah mencari tenaga kerja.

Kepala Distransnaker Nunukan, Suhadi, mengatakan jumlah maupun jenis pekerjaan yang tersedia disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan.

“Harapannya sasarannya itu kan bagi pencari kerja bisa terakomodir melalui job fair ini,” ujar Suhadi, Selasa (6/10/2026).

Menurut Suhadi, Job Fair 2026 tidak sekadar menjadi tempat perusahaan membuka lowongan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi gambaran mengenai jenis tenaga kerja dan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan dunia usaha di Nunukan.

Dari kebutuhan tersebut, pemerintah nantinya dapat melakukan evaluasi untuk menyesuaikan program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

Bukan Sekadar Cari Kerja

Suhadi menjelaskan, pemerintah memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) yang dapat diarahkan untuk memperkuat keterampilan masyarakat sesuai kebutuhan industri.

Jika perusahaan membutuhkan keterampilan tertentu, pemerintah dapat menyesuaikan program pelatihan maupun menjalin kerja sama dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Dengan demikian, persoalan ketenagakerjaan tidak berhenti pada mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.

“Nanti kita lihat apa saja yang dibutuhkan lalu bisa kita tingkatkan skill-nya, kita kan ada BLK, bisa juga kerja sama provinsi atau pusat terkait dengan kebutuhan skill apa yang dicari,” jelasnya.

Pencari Kerja Tak Perlu Datangi Perusahaan Satu per Satu

Keberadaan Job Fair juga memberikan kemudahan bagi masyarakat. Para pencari kerja dapat bertemu langsung dengan sejumlah perusahaan dalam satu lokasi, tanpa harus mendatangi perusahaan satu per satu.

Hal ini menjadi penting bagi masyarakat Nunukan mengingat sejumlah perusahaan beroperasi jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.

Dalam pelaksanaannya, perusahaan memiliki kewenangan melakukan proses seleksi dan wawancara terhadap calon pekerja. Sementara pemerintah daerah berperan menyediakan fasilitas sekaligus mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja.

Peluang Besar, Tantangan Berikutnya Kompetensi

Bagi masyarakat, ratusan lowongan tersebut tentu menjadi peluang yang patut dimanfaatkan. Namun, peluang kerja juga menuntut kesiapan calon tenaga kerja.

Pengalaman Job Fair Nunukan sebelumnya menunjukkan kebutuhan tenaga kerja cukup beragam, mulai dari sektor perkebunan, jasa, perbankan, kehutanan hingga pekerjaan lapangan. Pada 2025, misalnya, Job Fair Nunukan menyediakan 349 lowongan dari sektor formal dan informal.

Karena itu, pemerintah kini memiliki pekerjaan lanjutan: memastikan tenaga kerja lokal tidak hanya mendapat informasi lowongan, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Job Fair 2026 pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Jika dipadukan dengan pelatihan berbasis kebutuhan industri, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Nunukan.

Dengan sembilan perusahaan yang telah terdaftar dan ratusan peluang kerja yang tersedia, masyarakat kini memiliki kesempatan untuk masuk langsung ke proses rekrutmen. Tinggal bagaimana peluang tersebut dimanfaatkan dan diikuti dengan peningkatan kompetensi agar tenaga kerja lokal mampu bersaing dan mengisi kebutuhan dunia usaha di wilayah perbatasan. (*)

Bagikan:
Berita Terkait