Refleksi Hari Jadi Bulungan ke-66, Syarwani: Kemajuan Hari Ini Adalah Buah Keringat Para Pendahulu

Senin, 12 Oktober 2026 05:50 WITA


‎
BULUNGAN, tanjungselor.id – Usia sebuah daerah bukan sekadar hitungan angka pada kalender, melainkan jejak perjalanan panjang, perjuangan para pendahulu, serta cermin harapan masyarakat yang terus bertumbuh.
‎
‎​Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-66 dan Kota Tanjung Selor ke-236 pada tahun 2026 ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
‎
‎Momen bersejarah ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menengok jejak masa lalu, mengevaluasi langkah hari ini, dan memantapkan arah masa depan daerah.
‎
‎​Bupati Bulungan, Syarwani, memandang perjalanan panjang daerah ini sebagai buah dari kerja kolektif lintas generasi.
‎
‎Menurutnya, kemajuan Bulungan tidak lahir dari satu periode kepemimpinan saja, melainkan tumpukan kontribusi dari para pimpinan terdahulu, wakil rakyat, aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen warga.
‎
‎​Syarwani menegaskan bahwa apa yang dinikmati masyarakat sekarang merupakan bagian dari ikhtiar panjang yang perlu diteruskan, bukan dimulai kembali dari titik nol.
‎
‎Bagi Syarwani, tolok ukur suksesnya pembangunan tidak cukup dihitung dari besarnya anggaran atau banyaknya deretan program.
‎
‎Indikator utamanya terletak pada sejauh mana manfaat nyata tersebut hadir dan dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
‎
‎​Menatap masa depan, arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bulungan berlandaskan pada visi Bulungan 2025–2029, yaitu mewujudkan daerah yang maju, berdaulat, dan unggul melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan.
‎
‎​Syarwani menekankan bahwa konsep pembangunan hijau bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.
‎
‎Kemajuan yang dicapai hari ini tidak boleh mengorbankan hak dan kebutuhan generasi mendatang.
‎
‎​Di tengah tantangan zaman, Bulungan memiliki kekuatan mendasar yang tak kalah penting dari sumber daya alam, yakni nilai kebersamaan.
‎
‎Bupati menegaskan pentingnya merawat semangat senguyun dan tenguyun (gotong royong dan bahu-membahu).
‎
‎Keberagaman latar belakang, suku, maupun pandangan politik dinilainya sebagai kekayaan sosial untuk memperkuat persatuan, bukan pemisah.
‎
‎​Pemerintah menyadari bahwa pelayanan publik dan pembangunan adalah proses yang berkelanjutan.
‎
‎Atas nama pemerintah daerah, Syarwani menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya apabila masih ada harapan dan aspirasi masyarakat yang belum dapat diwujudkan.
‎
‎Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik dan memenuhi kebutuhan dasar warga.
‎
‎​Rekam Jejak Pengabdian Syarwani
‎​Syarwani yang lahir di Tanjung Palas pada 5 Februari 1974 menempuh pendidikan dasar hingga menengah di tanah kelahirannya, sebelum melanjutkan jenjang S1 di Universitas Mulawarman dan S2 di Universitas Brawijaya.
‎
‎​Mengakhiri pesannya, Syarwani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merapatkan barisan, bergandengan tangan, dan menguatkan komitmen bersama.
‎
‎Ia mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan dengan semangat Bulungan Bisa, serta semangat senguyun dan tenguyun untuk merudung pebatun de benuanta.
‎
‎”​Dirgahayu Kabupaten Bulungan ke-66 dan Kota Tanjung Selor ke-236. Bersenguyun membangun, bersama menjaga warisan, bersama menyiapkan masa depan Bulungan,”tutupnya (DKIP_Bulungan)

Bagikan:
Berita Terkait