BULUNGAN, tanjungselor.id – Usia sebuah daerah bukan sekadar hitungan angka pada kalender, melainkan jejak perjalanan panjang, perjuangan para pendahulu, serta cermin harapan masyarakat yang terus bertumbuh.
Peringatan Hari Jadi Kabupaten Bulungan ke-66 dan Kota Tanjung Selor ke-236 pada tahun 2026 ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
Momen bersejarah ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menengok jejak masa lalu, mengevaluasi langkah hari ini, dan memantapkan arah masa depan daerah.
Bupati Bulungan, Syarwani, memandang perjalanan panjang daerah ini sebagai buah dari kerja kolektif lintas generasi.
Menurutnya, kemajuan Bulungan tidak lahir dari satu periode kepemimpinan saja, melainkan tumpukan kontribusi dari para pimpinan terdahulu, wakil rakyat, aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen warga.
Syarwani menegaskan bahwa apa yang dinikmati masyarakat sekarang merupakan bagian dari ikhtiar panjang yang perlu diteruskan, bukan dimulai kembali dari titik nol.
Bagi Syarwani, tolok ukur suksesnya pembangunan tidak cukup dihitung dari besarnya anggaran atau banyaknya deretan program.
Indikator utamanya terletak pada sejauh mana manfaat nyata tersebut hadir dan dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Menatap masa depan, arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Bulungan berlandaskan pada visi Bulungan 2025–2029, yaitu mewujudkan daerah yang maju, berdaulat, dan unggul melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan.
Syarwani menekankan bahwa konsep pembangunan hijau bukan sekadar slogan, melainkan komitmen untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.
Kemajuan yang dicapai hari ini tidak boleh mengorbankan hak dan kebutuhan generasi mendatang.
Di tengah tantangan zaman, Bulungan memiliki kekuatan mendasar yang tak kalah penting dari sumber daya alam, yakni nilai kebersamaan.
Bupati menegaskan pentingnya merawat semangat senguyun dan tenguyun (gotong royong dan bahu-membahu).
Keberagaman latar belakang, suku, maupun pandangan politik dinilainya sebagai kekayaan sosial untuk memperkuat persatuan, bukan pemisah.
Pemerintah menyadari bahwa pelayanan publik dan pembangunan adalah proses yang berkelanjutan.
Atas nama pemerintah daerah, Syarwani menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya apabila masih ada harapan dan aspirasi masyarakat yang belum dapat diwujudkan.
Hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik dan memenuhi kebutuhan dasar warga.
Rekam Jejak Pengabdian Syarwani
Syarwani yang lahir di Tanjung Palas pada 5 Februari 1974 menempuh pendidikan dasar hingga menengah di tanah kelahirannya, sebelum melanjutkan jenjang S1 di Universitas Mulawarman dan S2 di Universitas Brawijaya.
Mengakhiri pesannya, Syarwani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merapatkan barisan, bergandengan tangan, dan menguatkan komitmen bersama.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan dengan semangat Bulungan Bisa, serta semangat senguyun dan tenguyun untuk merudung pebatun de benuanta.
”Dirgahayu Kabupaten Bulungan ke-66 dan Kota Tanjung Selor ke-236. Bersenguyun membangun, bersama menjaga warisan, bersama menyiapkan masa depan Bulungan,”tutupnya (DKIP_Bulungan)





