NUNUKAN, tanjungselor.id – Pemerintah Kabupaten Nunukan membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan melalui Job Fair 2026 yang menghadirkan 167 lowongan dari 15 pemberi kerja. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sekaligus mendorong penyerapan tenaga kerja lokal di wilayah perbatasan.
Job Fair bertema “Wujudkan Masa Depan, Temukan Pekerjaan Impian” tersebut dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, di Paras Perbatasan, Selasa (13/10/2026), dalam rangkaian peringatan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Nunukan, Suhadi, mengatakan keterlibatan 15 pemberi kerja dari berbagai sektor diharapkan memudahkan masyarakat memperoleh informasi lowongan sekaligus membuka peluang untuk memasuki dunia kerja.
Pemberi kerja yang terlibat berasal dari instansi pemerintah, perusahaan perkebunan, pertambangan, badan usaha milik negara (BUMN), serta pelaku dunia usaha.
Melalui kegiatan ini, pencari kerja dapat berinteraksi langsung dengan pihak perusahaan untuk mengetahui kebutuhan tenaga kerja dan peluang yang tersedia. Di sisi lain, perusahaan juga berkesempatan menemukan calon pekerja sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Muhammad Amin menegaskan bahwa peringatan HUT Kabupaten Nunukan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui perluasan kesempatan kerja.
“Jika HUT adalah momentum untuk mengevaluasi masa lalu, maka Job Fair adalah momentum untuk menyiapkan masa depan,” tegasnya.
Menurut Amin, tantangan pembangunan daerah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memastikan masyarakat memperoleh kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Karena itu, ia mendorong agar generasi muda Nunukan mampu memanfaatkan peluang kerja yang tersedia serta mempersiapkan diri dengan keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Ini adalah wujud dari semangat Nunukan maju, berdaya saing. Maju infrastrukturnya, berdaya saing SDM-nya,” ujarnya.
Amin juga mengajak investor dan perusahaan yang beroperasi di Nunukan untuk memberikan perhatian lebih besar terhadap tenaga kerja lokal. Menurutnya, investasi semestinya tidak hanya mendorong pertumbuhan usaha, tetapi juga membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Berinvestasilah di Nunukan, dan rekrutlah tenaga kerja lokal Nunukan. Kita jamin kemudahan berusaha, asalkan kesejahteraan pekerja lokal menjadi prioritas,” katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan dunia industri terus diperkuat agar peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Dengan menghadirkan 167 lowongan kerja, Job Fair 2026 diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperluas akses informasi ketenagakerjaan, meningkatkan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan, serta memperkuat peran tenaga kerja lokal dalam pembangunan Kabupaten Nunukan.
Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Nunukan yang maju dan berdaya saing, dengan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan perbatasan.(*/adv)





