Gercep Atasi Pendangkalan, Dishub Bulungan Sedot Pasir di Dermaga Kayan II Tanjung Selor

Jumat, 11 September 2026 09:56 WITA

TANJUNG SELOR, tanjungselor.id — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bulungan bergerak cepat menangani pendangkalan di area kedatangan Dermaga Kayan II, Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Penyedotan pasir dijadwalkan dilakukan pekan ini sebagai langkah penanganan cepat untuk mengurangi sedimentasi yang mulai mengganggu kedalaman perairan di kawasan dermaga.

Kepala Dishub Bulungan Khairul mengatakan, kondisi tersebut perlu segera ditangani karena Dermaga Kayan II merupakan salah satu titik penting bagi mobilitas masyarakat, khususnya transportasi speedboat yang melayani rute Tanjung Selor–Tarakan dan sejumlah wilayah lainnya di Kaltara.

“Kita menyiapkan langkah penanganan cepat berupa penyedotan pasir pada pekan ini untuk mengatasi pendangkalan akibat sedimentasi di Area Kedatangan Dermaga Kayan II,” ujar Khairul di Tanjung Selor.

Bukan Pengerukan, Tapi Penyedotan

Khairul menjelaskan, langkah yang dilakukan saat ini bukan pengerukan skala besar, melainkan penyedotan pasir menggunakan peralatan yang tersedia.

Penanganan tersebut dilakukan karena kondisi di lapangan dinilai sudah cukup mendesak sehingga tidak bisa menunggu proses penanganan permanen.

Dishub Bulungan menggandeng sejumlah pihak untuk mempercepat pekerjaan, antara lain Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai dan Penyeberangan (Gapasdap), pengusaha jasa penyedotan pasir, serta Polairud Polresta Bulungan.

“Langkah yang dilakukan dalam waktu dekat bukan pengerukan, melainkan penyedotan pasir menggunakan peralatan yang tersedia karena kondisinya sudah cukup mendesak sehingga penanganan tidak bisa ditunda,” ungkapnya.

Menurut Khairul, keputusan mempercepat penanganan tersebut juga menindaklanjuti arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan Risdianto.

Pasalnya, kedalaman perairan di kawasan kedatangan dermaga saat air pasang disebut hanya sekitar empat meter. Ketika air surut, material pasir bahkan terlihat di permukaan.

“Sesuai arahan Sekda Bulungan karena kondisinya sudah sangat mendesak, pekan ini harus kita laksanakan penyedotan, karena kedalaman air saat pasang hanya sekitar 4 meter, kalau surut pasirnya kelihatan,” katanya.

Solusi Cepat untuk Transportasi Masyarakat

Dermaga Kayan II memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas masyarakat Bulungan. Aktivitas speedboat di kawasan tersebut menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat menuju Tarakan maupun sejumlah daerah lain di Kalimantan Utara.

Karena itu, pendangkalan tidak hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga berkaitan dengan kelancaran dan keamanan aktivitas transportasi sungai.

Dishub berharap penyedotan pasir dapat segera mengembalikan kondisi kedalaman perairan sehingga aktivitas keberangkatan dan kedatangan speedboat tetap berjalan dengan baik.

Berkaca pada penanganan sebelumnya, Khairul menyebut metode penyedotan cukup efektif sebagai solusi sementara. Penanganan serupa sebelumnya diperkirakan mampu bertahan hingga sekitar satu tahun sebelum sedimentasi kembali terjadi.

Faktor musim kemarau juga disebut turut memengaruhi kondisi pendangkalan di kawasan tersebut.

Disiapkan Solusi Permanen

Meski penyedotan menjadi langkah cepat, Dishub Bulungan menyadari persoalan sedimentasi tidak dapat diselesaikan hanya dengan penanganan sementara.

Untuk jangka panjang, pemerintah daerah tengah menyiapkan sejumlah opsi penanganan permanen.

Salah satunya pengerukan menggunakan excavator amfibi. Material hasil pengerukan nantinya direncanakan ditempatkan di daratan sehingga tidak kembali masuk ke alur perairan dan memicu sedimentasi baru.

Selain itu, terdapat opsi memperpanjang trestle atau jembatan penghubung dari dermaga menuju daratan.

Namun, kedua opsi tersebut masih membutuhkan kajian teknis serta perhitungan kebutuhan anggaran oleh konsultan.

“Opsi lain yang dikaji adalah menambah panjang trestle atau jembatan penghubung dari dermaga menuju daratan. Namun, kebutuhan anggaran untuk penanganan permanen tersebut belum dapat dipastikan karena masih memerlukan kajian teknis dan perhitungan dari konsultan,” jelas Khairul.

Dishub Bulungan menargetkan solusi jangka panjang tersebut dapat direalisasikan pada tahun depan.

Sambil menunggu penanganan permanen, penyedotan pasir menjadi langkah awal pemerintah daerah untuk menjaga kedalaman area kedatangan Dermaga Kayan II agar tetap mendukung kelancaran aktivitas transportasi masyarakat.

“Menunggu solusi permanen, penyedotan pasir menjadi langkah awal untuk menjaga kedalaman area kedatangan Kayan II tetap mendukung aktivitas transportasi,” pungkasnya. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait