TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Keputusan yang disebut-sebut tidak memberangkatkan para juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi ke ajang MTQ Nasional dengan alasan keterbatasan anggaran menuai sorotan. Sebuah surat terbuka yang beredar di masyarakat menyampaikan kekecewaan sekaligus mempertanyakan komitmen penyelenggara terhadap pembinaan generasi Qur’ani.
Dalam surat tersebut, penulis menilai persoalan ini bukan semata menyangkut administrasi atau keuangan, melainkan menyentuh rasa keadilan bagi para qari dan qariah yang telah melalui proses seleksi resmi hingga menjadi juara tingkat provinsi. Menurut surat itu, para peserta telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya selama bertahun-tahun untuk berlatih dan mempersiapkan diri membawa nama daerah di tingkat nasional.
Surat terbuka itu juga mempertanyakan dasar penyelenggaraan MTQ sebagai ajang seleksi apabila sejak awal keberangkatan juara ke tingkat nasional tidak dapat dipastikan.
“Jika memang anggaran menjadi kendala, mengapa MTQ tetap diselenggarakan sebagai ajang seleksi menuju nasional?” demikian salah satu pertanyaan yang disampaikan dalam surat tersebut.
Penulis surat menilai alasan keterbatasan anggaran berpotensi menimbulkan persepsi bahwa prestasi para juara tidak menjadi prioritas. Kondisi tersebut, menurut mereka, dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembinaan MTQ di daerah apabila tidak dijelaskan secara terbuka.
Selain menyampaikan kritik, surat itu juga meminta pengurus MTQ memberikan penjelasan kepada publik mengenai besaran anggaran yang tersedia, alasan keberangkatan juara tidak menjadi prioritas, serta langkah konkret agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.
Penulis surat menegaskan bahwa yang dipertaruhkan bukan hanya kesempatan para juara untuk tampil di tingkat nasional, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pembinaan Al-Qur’an dan komitmen daerah dalam memberikan penghargaan terhadap prestasi.
Menunggu Penjelasan Resmi
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) maupun pemerintah daerah terkait informasi mengenai tidak diberangkatkannya juara MTQ ke tingkat nasional karena alasan anggaran.
Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait mengenai kondisi anggaran, mekanisme penetapan peserta MTQ Nasional, serta langkah yang akan ditempuh untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan dalam surat terbuka tersebut.
Sesuai prinsip keberimbangan dan etika jurnalistik, keterangan dari pihak penyelenggara akan dimuat setelah diperoleh untuk memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat. (*)





