TANJUNG SELOR, tanjungselor.id – Di tengah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kalimantan Utara mendapat kabar positif dari sektor industri. Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIPI) Tanah Kuning–Mangkupadi di Kabupaten Bulungan mulai menunjukkan geliat hilirisasi, bahkan telah memasuki pasar ekspor dan menyerap sekitar 11 ribu tenaga kerja.

Capaian tersebut dinilai menjadi salah satu kado kemerdekaan bagi Kaltara, sekaligus bukti bahwa kawasan perbatasan tidak hanya menjadi halaman depan Indonesia, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyampaikan hal itu seusai memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Senin (17/8/2026).

Menurut Zainal, aktivitas industri di kawasan KIPI mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah. Selain menyerap tenaga kerja, keberadaan industri juga mulai membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam rantai ekonomi kawasan.
“Kita bersyukur kegiatan smelter di kawasan ekonomi khusus KIPI sudah melakukan ekspor. Ini menjadi kebanggaan bagi Kaltara karena sekitar 11 ribu tenaga kerja sudah bekerja di sana dan puluhan UMKM juga ikut terlibat,” kata Zainal.
Namun, bagi pemerintah daerah, angka tersebut bukanlah titik akhir. Zainal menegaskan pengembangan kawasan industri harus terus dikawal agar manfaat investasi tidak berhenti di kawasan industri, tetapi semakin luas dirasakan masyarakat Kaltara.
Dorong Tenant dan Pabrik Baru
Pemprov Kaltara, kata Zainal, akan terus membuka ruang bagi masuknya investor dan tenant baru ke kawasan industri Tanah Kuning–Mangkupadi.
Pengembangan pabrik dan hilirisasi menjadi salah satu strategi untuk memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
“Insyaallah kita akan mengundang lagi beberapa tenant untuk masuk dan melaksanakan pembangunan atau membuat program-program di kawasan industri tersebut, terutama pabrik-pabrik,” ujarnya.
Zainal berharap semakin berkembangnya kawasan industri juga diikuti dengan peningkatan keterlibatan masyarakat lokal, baik sebagai tenaga kerja maupun pelaku UMKM dan penyedia jasa pendukung industri.
Dengan demikian, investasi yang masuk tidak sekadar membangun kawasan industri, tetapi ikut menciptakan efek berganda bagi perekonomian Kaltara.
Kemerdekaan Harus Dirasakan hingga Perbatasan
Momentum HUT ke-81 RI juga dimanfaatkan Zainal untuk mengajak masyarakat Kaltara menjaga persatuan, nasionalisme dan semangat berkarya.
Menurutnya, pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan penguatan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu semakin penting bagi Kaltara yang memiliki wilayah perbatasan darat dan laut dengan negara tetangga.
Bagi Zainal, kemajuan kawasan industri dan pembangunan daerah harus bermuara pada satu tujuan: menghadirkan kesejahteraan sekaligus memperkuat posisi Kaltara sebagai beranda depan Indonesia.
Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Agatis berlangsung khidmat. Sejumlah pejabat dan unsur masyarakat turut hadir, di antaranya Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara H. Denny Harianto, S.E., M.M., Wakil Ketua TP PKK Kaltara Kornie Serliany Ingkong Ala, S.T., unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat.
Usai upacara, Gubernur Zainal bersama jajaran pejabat dan Forkopimda melanjutkan kegiatan dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Telabang Bangsa.
Penghormatan kepada para pahlawan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dirayakan hari ini tidak diperoleh secara cuma-cuma.
Kini, tugas generasi penerus adalah mengisinya dengan pembangunan yang nyata—memperkuat ekonomi, membuka lapangan kerja, mengembangkan industri, serta memastikan masyarakat di wilayah perbatasan ikut menikmati hasil kemajuan.
KIPI tumbuh, industri bergerak, lapangan kerja terbuka. Bagi Kaltara, inilah salah satu wajah kemerdekaan yang ingin terus diwujudkan. (*)





