BULUNGAN, tanjungselor.id – Di tengah hamparan hutan tropis yang menjadi kekayaan alam Kabupaten Bulungan, harapan baru bagi masyarakat mulai tumbuh melalui program Sekolah Lapang di Desa Long Buang. Program ini bukan sekadar ruang belajar bagi masyarakat, tetapi menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam membangun daerah yang maju tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Atas penugasan langsung Bupati Bulungan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bulungan meninjau kesiapan pembukaan Sekolah Lapang di Desa Long Buang yang merupakan bagian dari kawasan Integrated Area Development (IAD) atau Lanskap Kayan, salah satu program unggulan pembangunan hijau berkelanjutan di Kabupaten Bulungan.
Dalam keterangannya, Sekda menjelaskan bahwa program tersebut merupakan implementasi dari visi Kabupaten Bulungan, yakni mewujudkan daerah yang berdaulat dan unggul melalui pembangunan hijau berkelanjutan.
“Program pembangunan hijau berkelanjutan kita implementasikan melalui Integrated Area Development atau Lanskap Kayan yang mencakup 18 desa di empat kecamatan dengan luas kawasan sekitar 580 ribu hektare. Kawasan ini merupakan potensi besar yang harus dikelola secara bijaksana demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sekda, pembangunan di Bulungan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi semata. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dengan pelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan hutan yang menjadi penyangga kehidupan.
“Ketika kita membangun, aspek lingkungan harus menjadi perhatian utama. Namun di sisi lain, potensi yang kita miliki juga harus mampu membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Salah satunya melalui Sekolah Lapang yang hari ini kita persiapkan,” katanya.
Sekolah Lapang di Desa Long Buang diharapkan menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip konservasi.
Sekda menyampaikan bahwa dirinya mendapat amanah langsung dari Bupati Bulungan untuk memastikan seluruh persiapan berjalan optimal sebelum program tersebut resmi dibuka.
“Saya ditugaskan langsung oleh Bapak Bupati untuk melihat kesiapan pembukaan Sekolah Lapang ini. Ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa Lanskap Kayan, khususnya di Long Buang, meskipun berada di wilayah yang jauh, memiliki potensi besar sebagai pintu penggerak ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Lebih jauh, Sekda menguraikan makna visi Kabupaten Bulungan yang mengusung konsep berdaulat dan unggul. Menurutnya, berdaulat berarti mampu mengelola potensi daerah secara mandiri sehingga menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat. Sementara unggul berarti mampu menghadirkan produk-produk lokal yang berkualitas, memiliki daya saing, sekaligus tetap berpijak pada prinsip pembangunan berkelanjutan.
“Kalau kita berbicara tentang berdaulat, berarti kita mampu menghasilkan sesuatu dari potensi daerah kita sendiri. Sedangkan unggul berarti produk yang kita hasilkan mampu bersaing dengan daerah lain, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi anak cucu kita,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Bulungan meyakini bahwa pendekatan pembangunan hijau bukan sekadar konsep, melainkan strategi nyata untuk menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, serta perlindungan terhadap ekosistem, Lanskap Kayan diharapkan menjadi model pembangunan yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keseimbangan alam.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para mitra pembangunan, Sekolah Lapang Long Buang diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi yang mampu mengelola sumber daya alam secara bijaksana, menjadikan Bulungan sebagai daerah yang semakin berdaulat, unggul, dan berkelanjutan. (*)





