Tak Perlu Lagi Bermalam di Lorong Rumah Sakit, Rahmawati Resmikan Rumah Singgah Gratis untuk Keluarga Pasien di Tarakan

Senin, 1 Juni 2026 03:22 WITA

TARAKAN, tanjungselor.id – Di balik perjuangan pasien melawan penyakit, ada keluarga yang tak kalah berat menghadapi ujian. Berhari-hari menjaga orang tercinta di rumah sakit sering membuat mereka harus mengorbankan waktu istirahat, bahkan tidur di mushala, bangku, hingga lorong rumah sakit karena keterbatasan biaya.

Kondisi yang selama ini kerap luput dari perhatian itulah yang melatarbelakangi hadirnya Rumah Singgah “Bunda Rahmawati” di Kota Tarakan, yang didirikan oleh Hj Rahmawati, anggota DPR RI dari Kaltara.

Fasilitas sosial yang diperuntukkan bagi keluarga pasien tersebut resmi dibuka pada Senin (1/6/2026), tepat di samping RSUD dr. H. Jusuf SK, Jalan Pulau Irian, Kelurahan Kampung Satu/Skip Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Rumah singgah ini menjadi angin segar bagi masyarakat Kalimantan Utara, khususnya mereka yang datang dari daerah pedalaman, perbatasan, pulau-pulau terluar, maupun wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) untuk mendapatkan layanan kesehatan di Tarakan.

Bagi banyak keluarga pasien, perjalanan menuju rumah sakit rujukan bukan hanya soal jarak, tetapi juga biaya hidup selama menunggu proses pengobatan. Tak sedikit yang akhirnya bertahan dengan fasilitas seadanya demi tetap berada dekat dengan anggota keluarga yang sedang dirawat.

Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Hj. Rahmawati, mengaku gagasan mendirikan rumah singgah lahir dari pengalaman panjangnya melihat langsung kondisi para pendamping pasien.

“Sering kali saya datang ke rumah sakit dan melihat keluarga pasien yang justru kondisinya menurun karena kurang istirahat. Pasiennya sembuh, tetapi yang menjaga malah jatuh sakit,” ujar Rahmawati usai peresmian.

Menurutnya, keterbatasan ruang tunggu maupun tempat istirahat membuat banyak keluarga pasien terpaksa tidur di mushala, bangku rumah sakit, bahkan area terbuka lainnya. Situasi tersebut tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan mereka sendiri.

“Banyak yang datang dari jauh. Mereka ingin terus mendampingi keluarganya yang dirawat, tetapi tidak memiliki tempat yang layak untuk beristirahat. Karena itu rumah singgah ini kami hadirkan agar mereka tetap sehat dan kuat mendampingi proses pengobatan,” katanya.

Hadirkan Tempat Istirahat yang Layak dan Gratis

Rumah Singgah “Bunda Rahmawati” menyediakan 14 kamar yang dapat digunakan secara cuma-cuma oleh keluarga pasien. Fasilitas tersebut juga dilengkapi dengan empat kamar mandi, masing-masing dua unit di lantai bawah dan dua unit di lantai atas.

Lokasinya yang berada tepat di samping rumah sakit menjadi keunggulan tersendiri. Keluarga pasien dapat dengan mudah bolak-balik memantau kondisi kerabat mereka tanpa harus menempuh perjalanan jauh atau mengeluarkan biaya tambahan.

Lebih dari sekadar tempat menginap, rumah singgah ini diharapkan menjadi ruang pemulihan fisik dan mental bagi para pendamping pasien yang selama ini sering terabaikan.

Bentuk Kepedulian di Tengah Masa Sulit

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran rumah singgah merupakan bentuk nyata kepedulian sosial yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, banyak warga dari luar Tarakan yang harus menjalani proses pengobatan dalam waktu lama sehingga membutuhkan tempat tinggal sementara yang layak dan terjangkau.

“Dengan adanya rumah singgah ini menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat. Apalagi ini diinisiasi oleh Ibu Rahmawati sebagai anggota DPR RI dari Kalimantan Utara,” ujarnya.

Ia menegaskan fasilitas tersebut diprioritaskan bagi keluarga pasien dan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan, tanpa membedakan asal daerah.

“Yang penting mereka membutuhkan dan ada keluarga yang sedang dirawat. Ini untuk masyarakat yang sedang mengalami kesulitan,” katanya.

Kehadiran Keluarga, Bagian dari Proses Kesembuhan

Ibnu juga menyoroti pentingnya dukungan keluarga dalam proses penyembuhan pasien. Menurutnya, faktor psikologis memiliki peran besar dalam mempercepat pemulihan seseorang yang sedang sakit.

Karena itu, keberadaan rumah singgah yang hanya berjarak beberapa langkah dari rumah sakit dinilai sangat strategis.

“Kadang kesembuhan pasien tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga dukungan keluarga. Kehadiran orang-orang terdekat dapat memberikan semangat dan harapan bagi pasien untuk sembuh,” tuturnya.

Ke depan, pengelolaan rumah singgah akan terus dievaluasi agar fasilitas tersebut benar-benar memberikan kenyamanan dan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Hadirnya Rumah Singgah “Bunda Rahmawati” bukan sekadar pembangunan fisik sebuah bangunan. Di tengah perjuangan keluarga yang mendampingi orang tercinta melawan penyakit, rumah ini menjadi simbol kepedulian, tempat beristirahat yang layak, sekaligus bukti bahwa kemanusiaan masih memiliki ruang di tengah berbagai keterbatasan. (*)

Bagikan:
Berita Terkait