Bupati Malinau Minta Peserta Penas XVII Belajar dan Bangun Jejaring untuk Kemajuan Pertanian Daerah

Selasa, 16 Juni 2026 11:43 WITA

MALINA, tanjungselor.id– Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, meminta para peserta asal Kabupaten Malinau yang akan mengikuti Pekan Nasional (Penas) XVII Petani Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai sarana belajar, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring guna mendukung kemajuan sektor pertanian di daerah.

Pesan itu disampaikan Wempi saat melepas keberangkatan 40 peserta asal Malinau yang terdiri atas unsur Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), petani andalan, Kelompok Wanita Tani (KWT), pelaku usaha pertanian, serta para pendamping di Ruang Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Senin.

Menurut Wempi, keikutsertaan dalam Penas tidak sekadar memenuhi undangan atau hadir sebagai peserta, tetapi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas wawasan para pelaku sektor pertanian.

“Saya berharap peserta tidak hanya hadir sebagai penggembira. Harus mampu menunjukkan prestasi, berbagi pengalaman, sekaligus belajar dari daerah lain yang telah berhasil mengembangkan sektor pertaniannya,” kata Wempi.

Ia menjelaskan, Penas Petani Nelayan merupakan forum tertinggi bagi petani dan nelayan di Indonesia yang mempertemukan ribuan peserta dari berbagai provinsi, mulai dari petani, nelayan, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan di sektor pertanian dan perikanan.

Karena itu, ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan strategis bagi peserta Malinau untuk mempelajari berbagai inovasi, teknologi, dan model pengembangan usaha yang telah berhasil diterapkan di daerah lain.

“Jangan lupa meminta kontak orang-orang yang berhasil. Belajar dari mereka akan membantu kita untuk ikut berhasil,” ujarnya.

Wempi menegaskan, hasil yang diperoleh dari kegiatan nasional tersebut diharapkan tidak berhenti pada tingkat individu, melainkan dapat dibagikan kembali kepada masyarakat dan kelompok tani di Malinau sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas serta daya saing sektor pertanian daerah.

Ia juga meminta seluruh peserta mampu berperan sebagai duta daerah dengan memahami sektor yang mereka wakili. Dengan demikian, mereka dapat memperkenalkan potensi pertanian Malinau sekaligus menjelaskan berbagai tantangan dan inovasi yang telah dilakukan di daerah.

Menurut dia, peluang untuk berdiskusi langsung dengan peserta dari berbagai wilayah harus dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk dengan mengunjungi stan-stan pameran dan mengikuti berbagai sesi berbagi pengalaman yang tersedia selama kegiatan berlangsung.

“Kegiatan seperti Penas Petani Nelayan ini menjadi kesempatan penting untuk kita mengadopsi berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Kabupaten Malinau,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan jejaring antarpelaku usaha pertanian juga menjadi salah satu manfaat penting yang dapat diperoleh peserta selama mengikuti Penas.

“Bangun komunikasi dan buka jejaring dengan peserta dari berbagai daerah. Dengan kita belajar langsung dari pelaku usaha yang berhasil akan mempercepat peningkatan kapasitas dan membuka peluang kerja sama di masa mendatang,” ujar Wempi.

Keikutsertaan peserta Malinau dalam Penas XVII, lanjut dia, merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Malinau dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.

“Keberangkatan ini bukan hanya untuk kepentingan organisasi, tetapi membawa nama baik masyarakat Kabupaten Malinau. Harus menjadi motivasi baru, semangat baru, sekaligus membawa ilmu-ilmu baru yang dapat diterapkan di daerah,” katanya.

Penas XVII Petani Nelayan Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026. Menjelang keberangkatan, Wempi juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan, disiplin, serta menjunjung sikap dan etika selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Saya berharap seluruh peserta dapat kembali ke Malinau dengan membawa pengalaman, pengetahuan, dan semangat baru untuk dibagikan kepada masyarakat sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan serta memperkuat kemandirian sektor pertanian di Bumi Intimung,” tuturnya. (*)

Bagikan:
Berita Terkait