SMA Unggul Garuda Diproyeksikan Gerakkan UMKM dan Ekonomi Lokal Kaltara

Jumat, 10 Juli 2026 07:42 WITA
Sekprov Denny: Kehadirannya Harus Berdampak pada PAD, Serap Tenaga Kerja, dan Perkuat Ekonomi Daerah

TANJUNG SELOR, takanews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) tidak hanya memandang kehadiran SMA Unggul Garuda Bulungan sebagai investasi di bidang pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah dan memperkuat pengelolaan keuangan daerah melalui peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menilai sekolah berasrama nasional tersebut akan menciptakan multiplier effect yang mampu menghidupkan sektor usaha lokal, memperluas kesempatan kerja, hingga meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor pendukung.

Hal itu disampaikannya saat menerima audiensi perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama jajaran SMA Unggul Garuda Bulungan di Ruang Rapat Sekprov Kaltara, Jumat (10/7/2026).

Menurut Denny, setiap investasi pemerintah harus memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, keberadaan SMA Unggul Garuda harus mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bukan hanya mencetak sumber daya manusia unggul.

“Kehadiran sekolah ini harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Kalimantan Utara. Jangan hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal,” tegasnya.

Belanja Operasional Harus Berputar di Daerah

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi lokal, Sekprov meminta agar seluruh kebutuhan operasional sekolah di luar kegiatan akademik diprioritaskan menggunakan tenaga kerja dan jasa dari masyarakat Kalimantan Utara.

Ia menegaskan, mulai dari petugas kebersihan, tenaga keamanan, layanan laundry, hingga berbagai kebutuhan penunjang lainnya harus melibatkan masyarakat lokal agar uang yang beredar dari aktivitas sekolah tetap berputar di daerah.

“Saya sudah sampaikan langsung kepada Bu Euline, untuk tenaga kerja seperti petugas kebersihan, sekuriti hingga layanan laundry, semuanya harus memberdayakan masyarakat lokal. Kami ingin masyarakat Kaltara ikut merasakan manfaat dari kehadiran sekolah ini,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memastikan belanja operasional lembaga pendidikan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Peluang Baru bagi UMKM dan BUMD

Denny menjelaskan, konsep boarding school akan menghadirkan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi setiap tahunnya. Kedatangan orang tua siswa pada masa penerimaan peserta didik, kunjungan berkala, hingga prosesi kelulusan diperkirakan akan menciptakan permintaan baru terhadap berbagai sektor jasa.

Mulai dari hotel, penginapan, rumah makan, transportasi, toko kebutuhan harian, hingga produk-produk UMKM diprediksi akan mengalami peningkatan permintaan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang sekaligus memperluas basis ekonomi daerah.

Melihat potensi tersebut, Pemprov Kaltara mulai menyiapkan langkah strategis dengan mendorong keterlibatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bersama pelaku UMKM dalam menyediakan berbagai layanan penunjang.

Di antaranya pembangunan guest house, penyediaan transportasi, pusat kuliner, hingga ruang promosi bagi produk unggulan lokal yang dapat dinikmati oleh para tamu maupun keluarga siswa.

“Ini merupakan peluang bisnis yang sangat baik dan akan memberikan dampak ekonomi nyata bagi Kalimantan Utara. Ke depan akan kita diskusikan lebih lanjut, termasuk keterlibatan BUMD. Yang terpenting, kehadiran SMA Unggul Garuda harus membawa manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Denny.

Investasi Pendidikan yang Menggerakkan Keuangan Daerah

Bagi Pemprov Kaltara, keberadaan SMA Unggul Garuda merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Semakin berkembang aktivitas ekonomi di sekitar kawasan sekolah, semakin besar pula potensi peningkatan penerimaan daerah melalui pertumbuhan sektor perdagangan, jasa, perhotelan, serta usaha mikro dan kecil.

Karena itu, pengelolaan keuangan daerah tidak lagi hanya dipandang dari sisi belanja pembangunan, tetapi juga bagaimana setiap investasi pemerintah mampu menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Pemprov Kaltara berharap SMA Unggul Garuda menjadi pusat pendidikan unggulan nasional sekaligus motor penggerak ekonomi baru yang mampu memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Bumi Benuanta. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait