Cegah Stunting Dimulai Sejak Dalam Kandungan, TP-PKK Kaltara Salurkan Bantuan Gizi untuk Ibu Hamil di Malinau

Rabu, 29 Juli 2026 09:39 WITA

MALINAU, tanjungselor.id – Upaya melahirkan generasi Kalimantan Utara yang sehat dan bebas stunting tidak dimulai saat seorang anak dilahirkan, melainkan sejak ia masih berada dalam kandungan. Pesan itu menjadi inti dari penyerahan bantuan gizi bagi ibu hamil dan ibu melahirkan yang dilakukan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., di Gedung Sekretariat TP-PKK Kabupaten Malinau, Selasa (28/7/2026).

Di hadapan para ibu hamil, kader PKK, dan jajaran pemerintah daerah, Rahmawati mengingatkan bahwa setiap asupan gizi yang diterima ibu selama kehamilan akan menjadi bekal penting bagi tumbuh kembang anak di masa depan. Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan ibu bukan sekadar urusan hari ini, tetapi investasi untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan mampu membawa Kalimantan Utara semakin maju.

“Melalui bantuan ini, kami berharap kebutuhan gizi ibu hamil dan ibu melahirkan dapat terpenuhi sehingga kesehatan ibu dan bayi tetap terjaga,” ujar Rahmawati.

Ia menegaskan, pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan. Keluarga, pemerintah, hingga masyarakat memiliki peran yang sama penting dalam memastikan anak-anak tumbuh dengan baik sejak awal kehidupan.

Rahmawati juga memberikan perhatian khusus kepada para kader PKK dan Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di tengah masyarakat. Menurutnya, kehadiran mereka sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga, mulai dari memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, pola asuh yang tepat, hingga pendampingan selama masa kehamilan dan tumbuh kembang anak.

“Peran kader sangat penting karena mereka hadir langsung di tengah masyarakat. Edukasi yang diberikan kepada keluarga menjadi langkah awal mencegah stunting sejak dini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Rahmawati turut meluruskan pemahaman yang masih kerap berkembang di masyarakat. Ia mengingatkan bahwa tidak semua anak yang memiliki tubuh pendek dapat langsung dikategorikan mengalami stunting. Faktor keturunan juga dapat memengaruhi tinggi badan anak, sehingga diperlukan pemahaman yang benar agar tidak terjadi stigma maupun kesalahpahaman.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh. Selain pemenuhan gizi, keberhasilan menekan angka stunting juga bergantung pada tersedianya sanitasi yang baik, akses air bersih, pendidikan, rumah layak huni, hingga sinergi lintas sektor.

“Penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Kita harus bekerja bersama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, dan perangkat daerah lainnya,” tegasnya.

Melalui penyerahan bantuan gizi tersebut, TP-PKK Kaltara berharap semakin banyak keluarga yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan ibu sejak masa kehamilan. Dengan kepedulian bersama dan kolaborasi seluruh elemen, cita-cita menghadirkan generasi Kalimantan Utara yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting diyakini dapat terwujud.

Bagi Rahmawati, setiap ibu yang sehat adalah harapan bagi lahirnya anak-anak yang kelak menjadi penerus pembangunan daerah. Karena itu, mencegah stunting bukan hanya soal memenuhi angka statistik, melainkan menjaga masa depan generasi Kalimantan Utara sejak detak kehidupan pertama dimulai. (*)

Bagikan:
Berita Terkait