Dishub Bulungan Atur Operasional Pelabuhan Kayan II, Dermaga Kedatangan dan Keberangkatan Digunakan Bergantian

Jumat, 18 September 2026 07:47 WITA

BULUNGAN, tanjungselor.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bulungan terus memastikan aktivitas transportasi sungai di Pelabuhan Kayan II tetap berjalan di tengah kondisi pendangkalan yang terjadi di kawasan pelabuhan.

Sebagai langkah penanganan sementara, area dermaga kedatangan dan keberangkatan speedboat saat ini menggunakan satu sisi pelabuhan secara bergantian. Pola operasional tersebut diterapkan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung sekaligus menyesuaikan kondisi alur pelayaran di lapangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bulungan, Ir. Khairul, S.T., M.T., mengatakan penggunaan satu sisi dermaga merupakan solusi sementara yang diterapkan agar aktivitas speedboat tetap dapat berjalan.

“Untuk sementara kita masih menggunakan satu pelabuhan yang di sebelah ponton. Jadi bergantian,” ujar Khairul, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, mekanisme tersebut dilakukan dengan pengaturan antara speedboat yang datang dan yang akan berangkat. Dengan kondisi dermaga yang terbatas, pengaturan arus pergerakan kapal menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan aktivitas penumpang.

“Yang datang dan yang berangkat sementara menggunakan area tersebut secara bergantian,” jelasnya.

Pendangkalan Jadi Kendala Berulang

Dishub Bulungan mencatat persoalan sedimentasi atau pendangkalan di sekitar Pelabuhan Kayan II bukan persoalan baru. Kondisi tersebut cenderung semakin terasa ketika debit air sungai menurun atau memasuki musim kemarau.

Karena itu, penggunaan satu sisi dermaga saat ini diposisikan sebagai langkah penanganan sementara, bukan solusi permanen.

Untuk penanganan jangka panjang, Dishub Bulungan melihat perlunya peningkatan fasilitas akses menuju dermaga, salah satunya melalui perpanjangan trestle atau jalur pejalan kaki penumpang ke arah tengah sungai.

“Kalau mau permanen kita paling tidak harus memperpanjang trestle, tempat penumpang lewat untuk turun ke pelabuhan,” kata Khairul.

Perpanjangan jalur tersebut dinilai dapat memberikan ruang operasional yang lebih baik sekaligus menyesuaikan kondisi perairan di sekitar pelabuhan.

“Yang paling bagus itu diperpanjang saja jalur pejalan penumpang. Jalur pejalan kakinya diperpanjang ke tengah sungai,” tambahnya.

Dishub Siapkan Usulan Penanganan

Sebagai tindak lanjut, Dishub Bulungan berupaya memasukkan kebutuhan penanganan Pelabuhan Kayan II dalam pembahasan anggaran perubahan Tahun Anggaran 2026.

Namun, realisasi penanganan permanen tetap bergantung pada proses penganggaran dan tahapan pembangunan yang berlaku.

Dishub Bulungan memastikan pengaturan operasional sementara akan terus dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan, kelancaran arus transportasi sungai, serta aspek keselamatan masyarakat pengguna jasa.

Pelabuhan Kayan II merupakan salah satu titik penting mobilitas masyarakat di wilayah Bulungan. Karena itu, keberlangsungan pelayanan transportasi tetap menjadi perhatian, sembari pemerintah daerah menyiapkan langkah penanganan terhadap persoalan sedimentasi yang terjadi secara berulang.

Dengan pola pengaturan bergantian tersebut, aktivitas kedatangan dan keberangkatan speedboat tetap dapat berlangsung sambil menunggu solusi infrastruktur yang lebih permanen. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait