Berdayakan Perempuan, Disnakertrans Nunukan Buka Pelatihan TMT untuk Cetak Wirausaha Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 09:15 WITA

NUNUKAN, tanjungselor.id – Pemerintah Kabupaten Nunukan terus mendorong pemberdayaan perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi melalui pengembangan keterampilan dan kewirausahaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan Tailor Made Training (TMT) yang digelar Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda.

Pelatihan yang resmi dibuka pada 5 Oktober 2026 di Aula Perkantoran Gadis 1 Nunukan ini diikuti 32 peserta, yang seluruhnya merupakan perempuan dari unsur organisasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Nunukan, serta ibu rumah tangga dari masyarakat umum.

Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi usaha mandiri, sekaligus membuka peluang kerja baru di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Nunukan, Suhadi, mengatakan pelatihan TMT merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan dan ibu rumah tangga, agar memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga.

Menurutnya, pelatihan vokasi tidak hanya diarahkan untuk mempersiapkan tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta tidak hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga mampu mengembangkan hasil pelatihan menjadi usaha produktif. Dengan demikian, mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga berpeluang menciptakan lapangan kerja dan membantu mengurangi angka pengangguran,” ujar Suhadi.

Dua Kejuruan, 32 Peserta Siap Mengembangkan Keterampilan

Pelatihan TMT kali ini mencakup dua bidang keterampilan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha mandiri, baik dari rumah maupun melalui layanan kepada masyarakat.

Pertama, pelatihan pembuatan olahan kue yang diikuti 16 peserta selama empat hari atau setara 40 jam pelajaran (JP). Pelatihan ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha kuliner, memenuhi kebutuhan pasar lokal, hingga membuka peluang usaha rumahan.

Kedua, pelatihan merias pengantin Muslim modern dengan 16 peserta selama 18 hari atau setara 180 jam pelajaran. Bidang ini membuka peluang usaha di sektor jasa tata rias, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berbagai kegiatan pernikahan dan acara keluarga.

Untuk mendukung kualitas pembelajaran, pelatihan melibatkan instruktur yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidangnya. Pelatihan pembuatan olahan kue dipandu instruktur dari LLK Tarakan, sedangkan pelatihan merias pengantin Muslim modern dibimbing instruktur dari LPK Roby Perbatasan.

Melalui pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan praktis, peserta diharapkan memiliki kemampuan yang dapat diterapkan secara langsung setelah pelatihan selesai.

Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga

Program TMT juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor ekonomi informal di Kabupaten Nunukan. Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat menjadi modal awal untuk membangun usaha, menambah penghasilan keluarga, serta meningkatkan produktivitas masyarakat.

Bagi ibu rumah tangga, kesempatan mengikuti pelatihan ini dapat membuka jalan untuk menjalankan usaha sesuai kemampuan dan peluang pasar di lingkungan masing-masing.

Namun, keberhasilan program tidak berhenti pada selesainya pelatihan. Penerapan keterampilan, kemampuan membaca kebutuhan pasar, pengelolaan modal, dan konsistensi mengembangkan usaha menjadi faktor penting agar peserta dapat membangun usaha yang berkelanjutan.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pelatihan vokasi diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha.

Harapkan Lahir UMKM Baru di Nunukan

Melalui pelatihan TMT, Pemkab Nunukan berharap semakin banyak perempuan yang memiliki keterampilan produktif dan berani memulai usaha secara mandiri. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, usaha-usaha baru tersebut diharapkan turut menggerakkan perekonomian lokal dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

Kolaborasi Disnakertrans Nunukan dan BPVP Samarinda ini sekaligus menegaskan pentingnya pelatihan vokasi sebagai salah satu langkah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan keterampilan yang tepat dan kemauan untuk berwirausaha, perempuan tidak hanya berperan dalam menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi juga berpotensi menjadi pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nunukan. (adv)

Bagikan:
Berita Terkait