Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Satukan 1.287 Peserta, Bupati Nunukan Ajak Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya

Jumat, 9 Oktober 2026 02:06 WITA

NUNUKAN, tanjungselor.id – Semangat persaudaraan masyarakat Tidung lintas wilayah dan negara serumpun terasa dalam pelaksanaan Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026. Sebanyak 1.287 peserta memeriahkan kegiatan yang resmi dibuka Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., di Baloi atau Rumah Adat Suku Tidung, Jalan Aji Muda, Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Jumat (9/10/2026).

Mengusung tema “Pecah Dalam Satu Tujuan Yang Sama”, kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 9–12 Oktober 2026, ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, merawat kebersamaan, serta menjaga warisan adat dan budaya Tidung agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Bagi masyarakat Tidung, Iraw bukan sekadar perayaan adat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk kembali bertemu, memperkuat ikatan kekeluargaan, dan meneguhkan identitas budaya yang diwariskan para leluhur kepada generasi penerus.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Iraw sebagai kesempatan mempererat hubungan persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri.

Menurutnya, kemajuan zaman dan perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menjaga akar budaya. Adat istiadat, bahasa, tradisi, dan nilai-nilai luhur tidak boleh dilupakan, tetapi perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan nyata.

“Iraw bukan sekadar acara adat atau kegiatan berkumpul bersama. Iraw merupakan ruang untuk mempererat tali silaturahmi, mengenalkan kembali nilai-nilai budaya, sekaligus mengingatkan kita semua tentang siapa diri kita dan dari mana kita berasal,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Tidung untuk terus menjaga kebersamaan dan saling menghargai di tengah keberagaman. Dengan semangat persaudaraan, perbedaan wilayah maupun negara tidak seharusnya menjadi penghalang untuk mempertahankan hubungan kekeluargaan yang telah terjalin sejak lama.

Kehadiran PPET Tawau Perkuat Persaudaraan Serumpun

Kehangatan Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV semakin terasa dengan kehadiran rombongan Persatuan Pertumbuhan Etnik Perpaduan Tawau (PPET), Sabah, Malaysia. Kehadiran rombongan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi masyarakat serumpun yang memiliki ikatan sejarah, budaya, dan kekerabatan di kawasan Borneo.

Pertemuan masyarakat Tidung dari Kalimantan Utara dan Sabah ini memperlihatkan bahwa budaya dapat menjadi jembatan yang menyatukan masyarakat, melampaui batas wilayah dan negara.

Kebersamaan tersebut juga membuka ruang bagi pertukaran pengalaman, pengenalan tradisi, serta penguatan hubungan antarkomunitas. Melalui pertemuan seperti ini, nilai kekeluargaan dapat terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Berdasarkan data panitia, dari total 1.287 peserta, sebanyak 1.048 orang berasal dari komunitas Tidung se-Kalimantan Utara dan 239 orang dari Sabah, Malaysia. Kehadiran peserta dari kedua wilayah tersebut menegaskan kuatnya antusiasme masyarakat dalam menjaga hubungan persaudaraan dan melestarikan budaya bersama.

Seni dan Tradisi Jadi Ruang Regenerasi Budaya

Selama empat hari pelaksanaan, berbagai pertunjukan seni dan perlombaan budaya turut memeriahkan kegiatan. Rangkaian acara meliputi seni tari, seni bela diri, olahraga tradisional, serta beragam ekspresi budaya masyarakat Tidung.

Pada pembukaan, pengunjung disuguhkan pertunjukan Rudot, tarian kolosal Pagun Binusan, musik tradisional, Tari Busak Malay, Japin bersama, dan penampilan kelompok seni masyarakat setempat.

Pertunjukan tersebut bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengambil bagian dalam menjaga tradisi leluhur. Keterlibatan generasi penerus menjadi penting agar seni dan budaya Tidung tidak berhenti sebagai kenangan masa lalu, melainkan terus berkembang dan dikenal lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap Iraw Tidung Borneo Bersatu dapat terus menjadi wadah pemersatu masyarakat, memperkuat hubungan antarkomunitas serumpun, serta memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, budaya juga berpeluang menjadi daya tarik pariwisata yang memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Dengan semangat “Pecah Dalam Satu Tujuan Yang Sama”, Iraw Tidung Borneo Bersatu ke-IV Tahun 2026 membawa pesan bahwa menjaga budaya merupakan tanggung jawab bersama. Silaturahmi yang terawat, kebersamaan yang terjaga, dan tradisi yang terus diwariskan menjadi bekal penting untuk memperkuat persaudaraan masyarakat Tidung, baik di Nunukan maupun di wilayah serumpun lainnya.

Sebab, sejauh apa pun masyarakat melangkah dan di mana pun mereka berada, akar budaya dan ikatan kekeluargaan tetap menjadi bagian penting yang menyatukan mereka. (*/adv)

Bagikan:
Berita Terkait