BALIKPAPAN, tanjungselor.id – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Asrama Haji Balikpapan saat ratusan jemaah haji asal Kalimantan Utara yang tergabung dalam Kloter 7 tiba kembali ke Tanah Air, Selasa (16/6/2026). Tangis bahagia keluarga yang menanti, pelukan hangat kerabat, serta wajah-wajah lega para jemaah menjadi gambaran akhir dari perjalanan spiritual panjang yang mereka jalani di Tanah Suci.

Di tengah momen penuh emosional tersebut, Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara, Denny Harianto, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja tanpa lelah mengawal, mendampingi, dan melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.
Menurut Denny, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya diukur dari lancarnya perjalanan para jemaah, tetapi juga dari dedikasi para petugas yang selama berbulan-bulan memastikan setiap kebutuhan jemaah terpenuhi.
“Kedatangan para jemaah ini kita sambut dalam suasana penuh syukur dan haru. Keluarga, petugas haji, serta jajaran pemerintah daerah hadir menyambut kepulangan para jemaah yang telah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci,” ujarnya.
Denny mengaku bersyukur seluruh rangkaian ibadah haji yang dijalani jemaah asal Kaltara dapat berlangsung dengan baik. Ia berharap pengalaman spiritual yang diperoleh selama berada di Makkah dan Madinah menjadi bekal berharga dalam kehidupan bermasyarakat setelah kembali ke daerah masing-masing.
“Alhamdulillah kami turut bersyukur atas kelancaran ibadah yang telah dilalui. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah Bapak dan Ibu serta menjadikan semuanya haji dan hajah yang mabrur,” katanya.
Sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kalimantan Utara, Denny memberikan perhatian khusus kepada para petugas yang berada di balik suksesnya pelayanan haji tahun ini. Ia menilai kerja keras petugas sering kali luput dari sorotan, padahal mereka menjadi garda terdepan dalam memastikan kenyamanan dan keselamatan jemaah selama berada di Arab Saudi.
Mulai dari petugas Kementerian Agama, tenaga kesehatan, Petugas Haji Daerah (PHD), hingga berbagai unsur pendukung lainnya, disebutnya telah menunjukkan komitmen dan pengabdian luar biasa dalam melayani para tamu Allah.
“Kerja keras dan dedikasi petugas dari berbagai unsur menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan dengan baik sejak keberangkatan hingga kepulangan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pelayanan haji merupakan hasil dari kerja sama yang solid antarinstansi dan semangat melayani yang terus dijaga oleh seluruh petugas di lapangan.
“Berkat kerja sama dan dedikasi para petugas, pelayanan kepada jemaah dapat berjalan dengan baik. Ini adalah bentuk pengabdian yang patut diapresiasi,” tuturnya.
Tak hanya itu, Denny juga mengingatkan para jemaah agar nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji tidak berhenti setelah tiba di kampung halaman. Menurutnya, haji merupakan perjalanan yang tidak hanya mengubah status seseorang, tetapi juga harus menghadirkan perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik di tengah masyarakat.
Ia berharap para haji dan hajah dapat menjadi teladan dalam menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta menebarkan semangat kebersamaan di lingkungan masing-masing.
“Nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan kebersamaan yang didapat selama di Tanah Suci diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah teladan yang membawa manfaat bagi masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Kalimantan Utara masih terus berlanjut. Setelah kedatangan Kloter 7, jemaah yang tergabung dalam Kloter 8 dijadwalkan tiba di Balikpapan pada 18 Juni 2026, sekaligus melengkapi kepulangan seluruh jemaah haji asal Kaltara pada musim haji tahun ini.
Bagi banyak keluarga, kepulangan para jemaah bukan sekadar akhir perjalanan ibadah. Momen itu menjadi simbol kemenangan spiritual, pertemuan yang lama dinanti, sekaligus awal baru untuk mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang dibawa pulang dari Tanah Suci. (*)





