Raih Emas dan Perak di Pesparawi Nasional, Perjuangan Dua Putra-Putri Malinau Harumkan Nama Kalimantan Utara

Senin, 29 Juni 2026 07:14 WITA

MANOKWARI, tanjungselor.id – Gemerlap medali emas dan perak yang dibawa pulang dua penyanyi muda asal Kabupaten Malinau pada ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari, Papua Barat, menyimpan kisah perjuangan yang tak sederhana. Di balik tepuk tangan dan kebanggaan itu, ada latihan tanpa mengenal lelah, disiplin yang ketat, hingga pengorbanan untuk mengejar mimpi mengharumkan nama Kalimantan Utara di panggung nasional.

Dua talenta muda tersebut adalah Abraham Sanubari dan Susilis Roliawanti. Abraham sukses mempersembahkan medali emas pada kategori Solo Remaja Pemuda Putra (SRPP), sedangkan Susilis meraih medali perak di kategori Solo Remaja Pemuda Putri (SRPI).

Prestasi keduanya menjadi bagian penting dari keberhasilan Kontingen Kalimantan Utara yang menorehkan capaian membanggakan dengan membawa pulang tiga medali emas dan empat medali perak pada Pesparawi Nasional XIV.

Namun, pencapaian itu bukan hasil yang datang dalam semalam.

Pelatih penyanyi solo Kontingen Kalimantan Utara, Casna, mengungkapkan bahwa para peserta menjalani proses pembinaan yang intensif selama lebih dari tiga pekan. Hampir setiap hari mereka berlatih, bukan hanya mengasah kualitas vokal, tetapi juga membangun mental, karakter, dan kedisiplinan sebagai seorang penampil.

“Kami menjalani latihan lebih dari 15 kali. Latihannya bukan hanya soal teknik vokal, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan mental bertanding. Semua proses itu harus dilalui agar mereka siap tampil di level nasional,” ujarnya.

Perjalanan menuju panggung nasional juga tidak lepas dari berbagai keterbatasan. Salah satu tantangan terbesar adalah belum tersedianya kesempatan berlatih bersama pianis selama berada di Kalimantan Utara. Akibatnya, sinkronisasi dengan pengiring musik baru bisa dilakukan setelah seluruh kontingen tiba di Manokwari.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para penyanyi muda. Mereka mampu beradaptasi dengan cepat sehingga tetap tampil maksimal saat kompetisi berlangsung.

“Latihan dengan pianis baru bisa dilakukan ketika kami tiba di Manokwari. Itu tentu menjadi tantangan, tetapi anak-anak mampu beradaptasi dengan baik,” kata Casna.

Bagi Susilis Roliawanti, Pesparawi Nasional XIV menjadi pengalaman pertamanya tampil di panggung sebesar itu. Bahkan, ia bukan berasal dari latar belakang penyanyi klasik. Namun, kerja keras, kerendahan hati, dan semangat belajar yang tinggi menjadi modal utama hingga berhasil meraih medali perak.

“Dia sempat gugup saat tampil karena ini pengalaman pertamanya. Tetapi dia selalu mengikuti arahan pelatih dan memiliki kemauan belajar yang sangat tinggi. Itu yang membuatnya berkembang pesat,” ungkap Casna.

Sementara itu, Abraham Sanubari dinilai telah memiliki kualitas vokal yang matang. Meski demikian, tantangan terbesar justru datang dari dalam diri sendiri, yakni bagaimana mengendalikan rasa gugup ketika berdiri di hadapan dewan juri dan ratusan penonton.

“Abraham memang salah satu penyanyi terbaik yang kami miliki. Meski kualitasnya sudah bagus, rasa gugup tetap ada. Syukurlah dia mampu menguasai diri dan memberikan penampilan terbaik hingga meraih medali emas,” tuturnya.

Menurut Casna, keberhasilan dua putra-putri Malinau tersebut menjadi bukti bahwa Kalimantan Utara memiliki potensi besar di bidang seni vokal gerejawi. Banyak talenta muda yang layak bersaing di tingkat nasional apabila mendapatkan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan.

“Tugas kami di LPPD adalah terus mencari, membina, dan mengembangkan potensi anak-anak yang memiliki bakat bernyanyi maupun bermusik di lingkungan gereja,” katanya.

Ke depan, ia berharap proses pembinaan dilakukan lebih sistematis dengan waktu persiapan yang lebih panjang. Idealnya, latihan dimulai sedikitnya enam bulan sebelum pelaksanaan Pesparawi agar kemampuan teknis, musikalitas, dan mental peserta semakin matang.

Casna optimistis Kalimantan Utara memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan baru dalam ajang Pesparawi Nasional.

“Saya optimistis Kaltara mampu bersaing di level tertinggi. Yang dibutuhkan adalah sistem pembinaan yang berkelanjutan, pelatih yang memadai, dan dukungan penuh dari semua pihak. Jika itu terwujud, saya yakin Kaltara bukan hanya mampu meraih emas, tetapi juga berpeluang menjadi juara umum pada Pesparawi Nasional mendatang,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Casna turut mengapresiasi dukungan LPPD Kalimantan Utara dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang terus mendampingi serta memfasilitasi seluruh kontingen selama mengikuti Pesparawi Nasional XIV di Manokwari.

Prestasi Abraham Sanubari dan Susilis Roliawanti menjadi lebih dari sekadar raihan medali. Kisah mereka adalah bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah. Dari Malinau, dua generasi muda telah menunjukkan bahwa talenta Kalimantan Utara mampu berdiri sejajar dengan yang terbaik di Indonesia, sekaligus menjadi inspirasi bagi lahirnya penyanyi-penyanyi muda berprestasi di masa depan. (*)

Bagikan:
Berita Terkait